Senin, 13 Juli 2015

Teknik Smoke Art Photography

Teknik Smoke Art

Asap ini bisa digunakan sebagai objek atau sebagai media untuk membuat sesuatu yang lain. Beberapa fotografer menggunakan teknik fotografi ini untuk mengabadikan kecantikan dan kealamian dari asap ini, sementara fotografer lainnya menggunakannya untuk “melukis”, menghasilkan suatu karya seni yang amat menakjubkan.

Untuk memotret asap, kita memerlukan bahan yang tepat dan Fotografi asap ini harus diambil didalam ruangan. kita tidak perlu khawatir dengan bahan yang harus dipersiapkan hanya perlu produk rumah tangga murah kok, kalau untuk peralatan yang termasuk mahal hanya kamera dan Flash milik kita.

KIta perlu memastikan bahwa tidak ada cahaya yang datang dari arah background. Ingat, tujuan kita adalah untuk fokus pada asap dan untuk meminimalkan perhatian pada latar belakang. jangan terlalu banyak juga  cahaya yang mengenai lensa karena akan menyebabkan lens flare yang muncul pada  gambar. Berikut adalah beberapa teknik untuk setup.
  1.  poisikan background di belakang.
  2. Tempatkan dupa kira-kira 3-5 meter dari background.
  3. posisikan flash 2-3 meter dari dupa (sisi kiri atau kanan).
  4. Tempatkan reflektor di sisi berlawanan dengan flash.
  5. Siapkan tripod dan kamera 2-4 kaki dari dupa dengan background hitam.
Ingatlah bahwa tidak ada lokasi yang khusus untuk penempatan flash, reflektor, dan background yang berhubungan dengan sumber asap karena setiap tempat memiliki pengaturan yang berbeda-beda. Tujuan utama kita adalah untuk menghindari cahaya memantul dari latar belakang atau langsung mengenai lensa. Jelajahi sekitar dan cobalah penempatan flash di berbagai sudut untuk mendapatkan setup terbaik sesuai kebutuhan Sobat.
Sering-seringlah melihat hasil jepretan untuk melihat jika ada pantulan dalam gambar atau kekurangan lainnya.
Pengaturan Pada Kamera dan Flash
KIta perlu mempertimbangkan beberapa faktor penting saat pengambilan gambar asap. Memahami pengaturan ini akan membantu kita untuk menjadi seorang fotografer yang lebih baik secara umum jadi jangan ragu untuk meluangkan waktu dan belajar.
  • Shutter Speed – Karena asap terus bergerak, kita harus memiliki shutter speed yang cepat untuk menghindari blur atau gerakan ketika proses prekaman.
  • Aperture – kita ingin mendapatkan depth of field yang baik untuk menangkap detail dalam jejak asap. Saya sarankan menggunakan aperture kecil (lebih besar f / stop).
  • ISO – Karena ada cahaya yang sangat rendah, asap akan muncul kasar atau noise dan ISO tinggi-lah yang dapat menyebabkan ini. Saya sarankan menggunakan ISO rendah untuk gambar ini.
  • Pencahayaan – gunakan flash dengan kekuatan penuh karena kita mengunakan ISO rendah, shutter speed cepat dan aperture kecil sehingga membutuhkan cahaya yang kuat untuk mendapatkan eksposur yang tepat.
Berikut beberapa contoh hasil foto dengan menggunakan teknik Smoke Art:




Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar